Hacker
Bongkar Siklus Uang Isis
Kelompok Hacker grup Ghost Security Group atau GSG yang berhasil
mengungkap beberapa akun keuangan ISIS dalam jaringan Bitcoin. Salah satunya
memiliki nominal Rp 41,1 miliar.
“Islamic States menggunakan cryptocurrency sebagai bentuk pemasukan untuk mendanai berbagai operasi militer yang sedang dilakukan, dan kami telah mengatur untuk mengungkap beberapa akun Bitcoin yang digunakan oleh mereka,” ungkap GSG.
Mengutip dari Inverse, jumlah yang telah ditemukan dari akun ISIS ini ternyata baru sebagian kecil. Pasalnya, untuk melancarkan sebuah serangan seperti 9/11, ISIS membutuhkan dana setidaknya Rp 5,4 hingga Rp 6,8 triliun. Departemen Keuangan AS juga memperkirakan tiap tahunnya ISIS mendapat dana Rp 6,4 hingga Rp 7,1 triliun.
“Islamic States menggunakan cryptocurrency sebagai bentuk pemasukan untuk mendanai berbagai operasi militer yang sedang dilakukan, dan kami telah mengatur untuk mengungkap beberapa akun Bitcoin yang digunakan oleh mereka,” ungkap GSG.
Mengutip dari Inverse, jumlah yang telah ditemukan dari akun ISIS ini ternyata baru sebagian kecil. Pasalnya, untuk melancarkan sebuah serangan seperti 9/11, ISIS membutuhkan dana setidaknya Rp 5,4 hingga Rp 6,8 triliun. Departemen Keuangan AS juga memperkirakan tiap tahunnya ISIS mendapat dana Rp 6,4 hingga Rp 7,1 triliun.
GSG menduga ISIS mendapatkan uang
untuk mengisi 'dompet virtual' mereka pada akun Bitcoin dari berbagai
aktivitas.
“ISIS terus meningkatkan jumlah uang mereka dengan berbagai 'cara lama', seperti dengan melakukan penculikkan, pemerasan dari penjualan minyak, dan dalam kasus tertentu berasal dari pengambilan organ,” ungkap GSG yang ditulis dalam Inverse. ISIS juga mendapatkan sumbangan dari perbagai pihak pro-ISIS serta pembayaran uang tebusan, serta keuntungan pencurian.
“ISIS terus meningkatkan jumlah uang mereka dengan berbagai 'cara lama', seperti dengan melakukan penculikkan, pemerasan dari penjualan minyak, dan dalam kasus tertentu berasal dari pengambilan organ,” ungkap GSG yang ditulis dalam Inverse. ISIS juga mendapatkan sumbangan dari perbagai pihak pro-ISIS serta pembayaran uang tebusan, serta keuntungan pencurian.
Bitcoin sendiri adalah sebuah jaringan pembayaran baru yang menyediakan platform transaksi secara virtual tanpa perantara bank.
Transaksi dengan Bitcoins dapat dilakukan lintas negara, tanpa adanya biaya
tambahan karena sistem ini tidak terikat pada peraturan dalam suatu negara.
Inilah yang kemudian membuat Bitcoin bisa menjadi 'dompet virtual' bagi
pihak-pihak 'nakal' yang ingin melakukan transaksi gelap, seperti salah satunya
ada kelompok teroris.
Dalam situs Bitcoin dijelaskan bahwa mengirim Bitcoin lintas batas itu sama mudahnya dengan mengirimkan ke seberang jalan. Tidak akan ada bank yang akan membuat pengguna menunggu selama 3 hari kerja, tidak ada biaya ekstra untuk melakukan tranfer secara internasional, dan tidak ada batasan khusus terkait jumlah maksimun dan minimun yang dapat dikirimkan.
Mengutip dari dw.com, "Ini adalah mekanisme sangat cerdik", ujar Andreas Bogk, anggota Chaos Computer Club, persatuan peretas Eropa yang terbesar.
Untuk ke depannya, GSG akan terus berusaha untuk mengungkap akun-akun yang berafiliasi untuk mendukung kegiatan terorisme. GSG mengaku semakin termotivasi untuk memerangi ISIS semenjak tragedi serangan di Paris pada 13/11 lalu.
GSG juga akan terus bekerja sama dengan berbagai partner, mulai dari pemerintah dan hingga kelompok anti terorisme 'Katiba Des Narvalos' asal Perancis, Peshmerga Cyber Terrorism Unit, serta Controlling Section untuk memerangi ISIS.
“GhostSec ingin memberikan pengaruh dalam perlawanan terhadap terorisme,” kata Michael K. Smith, salah satu pendiri Kronos Advisory, sebuah perusahaan penasehat keamanan nasional.
Dalam situs Bitcoin dijelaskan bahwa mengirim Bitcoin lintas batas itu sama mudahnya dengan mengirimkan ke seberang jalan. Tidak akan ada bank yang akan membuat pengguna menunggu selama 3 hari kerja, tidak ada biaya ekstra untuk melakukan tranfer secara internasional, dan tidak ada batasan khusus terkait jumlah maksimun dan minimun yang dapat dikirimkan.
Mengutip dari dw.com, "Ini adalah mekanisme sangat cerdik", ujar Andreas Bogk, anggota Chaos Computer Club, persatuan peretas Eropa yang terbesar.
Untuk ke depannya, GSG akan terus berusaha untuk mengungkap akun-akun yang berafiliasi untuk mendukung kegiatan terorisme. GSG mengaku semakin termotivasi untuk memerangi ISIS semenjak tragedi serangan di Paris pada 13/11 lalu.
GSG juga akan terus bekerja sama dengan berbagai partner, mulai dari pemerintah dan hingga kelompok anti terorisme 'Katiba Des Narvalos' asal Perancis, Peshmerga Cyber Terrorism Unit, serta Controlling Section untuk memerangi ISIS.
“GhostSec ingin memberikan pengaruh dalam perlawanan terhadap terorisme,” kata Michael K. Smith, salah satu pendiri Kronos Advisory, sebuah perusahaan penasehat keamanan nasional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar