Polda DI Yogyakarta menangkap lima carder dan mengamankan barang bukti bernilai puluhan juta, yang didapat dari merchant luar negeri. Begitu juga dengan yang dilakukan mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Bandung, Buy alias Sam. Akibat perbuatannya selama setahun, beberapa pihak di Jerman dirugikan sebesar 15.000 DM (sekitar Rp 70 juta).
Para carder beberapa waktu lalu juga menyadap data kartu kredit dari dua outlet pusat perbelanjaan yang cukup terkenal. Caranya, saat kasir menggesek kartu pada waktu pembayaran, pada saat data berjalan ke bank-bank tertentu itulah data dicuri. Akibatnya, banyak laporan pemegang kartu kredit yang mendapatkan tagihan terhadap transaksi yang tidak pernah dilakukannya.
Modus kejahatan ini adalah penyalahgunaan kartu kredit oleh orang yang tidak berhak. Motif kegiatan dari kasus ini termasuk ke dalam cybercrime sebagai tindakan murni kejahatan. Hal ini dikarenakan si penyerang dengan sengaja menggunakan kartu kredit milik orang lain. Kasus cybercrime ini merupakan jenis carding. Sasaran dari kasus ini termasuk ke dalam jenis cybercrime menyerang hak milik (against property). Sasaran dari kasus kejahatan ini adalah cybercrime menyerang pribadi (against person).


Kejahatan cyber atau yang dikenal dengan istilah cyber crime di Yogyakarta, makin marak. Di antara modus yang paling banyak terrjadi adalah penipuan jual-beli online, dengan cara carding, hacking dan phising.
Adi DJ, seorang pecandu internet yang kini terjun ke usaha jasa pembuatan situs jual beli, menyebut, aktivitas carding terlalu berisiko. "Kalau jumlahnya (uang yang dibobol) kecil, percuma. Bakal buang waktu," jelas Adi pada Tribun Jogja, Selasa (22/5/2012).
 
Menurut dia, untuk menjebol kartu kredit, jika beruntung, paling tidak membutuhkan waktu sekitar 10 menit. "Kalau mau aman sih dari warnet, tapi kan spesifikasi komputer dan koneksinya sangat memengaruhi," jelasnya.
Untuk mencuri data pemilik kartu kredit, lanjutnya, bisa dengan teknik sniffing, spyware, phising maupun menjebol langsung website e-commerce.
Metode sniffing, biasanya dilakukan seorang pelaku dengan cara mengintip transaksi menggunakan sofware khusus, di sebuah website penjualan online atau e-commerce. Berdasarakan data itu, pelaku kemudian melakukan transaksi menggunakan data pembeli yang sudah melakukan transaksi.
Sedangkan spyware, pada intinya merupakan aplikasi yang bisa mencatat aktivitas sebuah komputer korban. File program tersebut disusupkan melalui spam email, pesan dalam iklan website maupun pesan yang dikirmkan lewat aplikasi instant messanger.
 
Sementara phising, ditempuh dengan cara membuat sebuah website yang tampilannya menyerupai website target. Dengan maksud, calon korban bisa tertipu dan tidak sadar memasukan identitas diri, password bahkan data kartu kredit, padahal website itu merupakan kamuflase dari website yang dibuat carder.
 
Sedangkan cara keempat biasanya dengan langsung menjebol situs e-commerce untuk mencuri data pelanggan. "Jika tingkat kemanannya lemah, maka besar kemungkinan mudah dijebol," tambahnya.
 
Meski hapal dan tahu persis cara melakukan tindak kejahatan di dunia maya, namun Adi kini sudah enggan melakukannya. Sebelumnya, ia mengaku pernah menggunakan kartu kredit korban untuk membeli konten yang disediakan di situs berbayar. "Sekarang, mendingat manfaatkan yang ada di internet," tambahnya.
Belakangan, sejumlah file berbayar di situs tertentu, sudah diunggah di sejumlah situs sehingga menjadi tidak berbayar, dan membuat Adi dan pengguna internet lainnya, tak perlu repot-repot menjebol password. Sebut saja torrent atau pirate bay, yang banyak menyediakan berbagai file yang bisa diunduh secara gratis.
 
Namun, lanjut Adi, bila file yang dibutuhkan tidak tersedia di sejumlah situs yang menyediakan konten gratis ini, Adi pun sesekali masih berusaha menjebol password situs berbayar untuk mengunduh berbagai file secara ilegal, baik berupa program, musik maupun film.
 
Kaskuser Kompak
Kejahatan cyber ini, juga banyak merugikan seller online,  baik melalui situs jejaring sosial, semisal facebook atau twitter, maupun melalui forum semisal kaskus. "Secara umum, tindakannya berupa penipuan seperti tak mengirimkan barang, padahal calon pembelinya sudah mengirimkan sejumlah uang. Atau pun sebaliknya," ungkap Fajar, seorang aktivis di forum Kaskus Regional Jogja.
Beruntung, anggota forum tersebut terhitung solid, sehingga si penipu mudah ditangkap. Caranya dengan menelusuri semua riwayat transaksi pelaku selama menjalankan aksinya, penelusuran terhadap nomor kontak, nomor rekening yang digunakan hingga alamat-alamat jejaring sosial pelaku.
 
Setelah diketahui alamatnya, mereka kemudian mendatangi target dan mengecek pula riwayat penggunaan internet di komputernya. Biasanya dari upaya itu, mereka sanggup melacak identitas si pelaku.
Untuk jumlah kerugian di bawah Rp 1 juta, mereka biasanya menyelesaikannya secara internal, sedangkan jika nilai kerugiannya lebih dari itu, mereka memilih menggunakan jalur hukum. "Dulu, Kaskuser punya semacam satuan anti penipuan, tapi sekarang tidak aktif," jelas Fajar.
Sebagai antisipasi, kata Fajar, para kaskuser membuat kesepakatan untuk memberikan label bagi para penjual yang memiliki reputasi baik. Tandanya, para penjual itu akan memiliki badge bertuliskan recommended seller yang dilengkapi dengan kumpulan berbagai testimoni pembeli yang pernah bertransaksi.
 
Tommy Yatsky, penjual di Forum Jual Beli (FJB) Kaskus. Seller jersey Barcelona dan Juventus ini mengaku sering ditipu pembeli. Mulai dari alasan barang belum diterima hingga pembeli yang menghilang setelah proses pengiriman barang.
 
Ujungnya-ujungnya, pembeli tak memenuhi haknya menyetor sejumlah uang. Oleh karena itu, penjual yang sudah mengantongi label recommended seller ini, menempuh cara setor uang terlebih dahulu, lantas didata, kemudian proses pengiriman barang baru bisa dilakukan. "Udah sering banget kalau yang namanya tipu-tipu," jelas mahasiswa yang kini memiliki omzet hingga Rp 8 juta ini.
 
Penipuan Forex
Panit B Subdit Tipiter (Tindak Pidana Tertentu), Reskrimsus kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), AKP Doni Yulianto, menyerbutkan, tingkat kejahatan cyber di wilayahnya bisa dibilang tinggi.
 
Semakin hari, laporan tindak kejahatan ini terus meningkat, utamanya yang mengaku tertipu jual beli di dunia maya. Saat traksaksi terjadi, dan pembeli sudah mengirim sejumlah uang, barang yang dijanjikan tak pernah tiba di alamat pembeli.
 
Karena di antara sejumlah modus kejahatan cyber paliang banyak adalah jual beli online, polisi pun mulai memelototi praktik ini. Utamanya, jual beli saham, yang sudah memakan banyak korban di DIY.
"Kami sudah telusuri, setidaknya ada tiga website yang menjalankan bisnis itu. Setelah dicek ternyata belum memeroleh izin dari Bappepti," kata Doni.Praktik yang terjadi, lanjut Doni, berbeda dengan informasi yang disampaikan dalam website itu.
 
Selain ketiga website jual beli saham berjangka, kepolisian juga mencium praktik sejenis yang dilakukan website forex lainnya di Yogyakarta. Menurut Doni, perputaran uang di bisnis online itu hingga ratusan miliar rupiah, dengan jumlah korbannya yang sudah tak terhitung. "Masih banyak yang seperti itu," ujarnya, tanpa mau menyebut nama website dimaksud.
 
Selain cyber crime bermodus onlineshop, Polda DIY juga memelototi penyalahgunaan nomor telepon untuk mencuri pulsa serta pencemaran nama baik yang dilakukan lewat media online. Sedangkan untuk modus carding, hacking serta phising, meski jumlahnya masih kecil, pihak kepolisian terus mewaspadainya.
 (TRIBUNJOGJA.COM)
Saran/Solusi :
Pelaku :
 Seharusnya pelaku di beri hukuman yang sesuai dengan tindak kejahatan yang dilakukan.

Korban : 
  • Perlu adanya cyberlaw: Cybercrime belum sepenuhnya terakomodasi dalam peraturan / Undang-undang yang ada, penting adanya perangkat hukum khusus mengingat karakter dari cybercrime ini berbeda dari kejahatan konvensional.
  • Perlunya Dukungan Lembaga Khusus: Lembaga ini diperlukan untuk memberikan informasi tentang cybercrime, melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat, serta melakukan riset-riset khusus dalam penanggulangan cybercrime.
  • Penggunaan enkripsi untuk meningkatkan keamanan. Penggunaan enkripsi yaitu dengan mengubah data-data yang dikirimkan sehingga tidak mudah disadap (plaintext diubah menjadi chipertext). Untuk meningkatkan keamanan authentication (pengunaan user_id dan password), penggunaan enkripsi dilakukan pada tingkat socket.
Kesimpulan :
Cybercrime adalah kejahatan yang sangat merugikan dalam dunia internet, sebaiknya dengan adanya teknologi yang maju dan canggih lebih kita gunakan atau dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik. Bukan untuk mengambil keuntungan dengan merugikan orang lain.

Kejahatan Cyber Crime Yang Dilakukan Lewat Transaksi Online Di Yogyakarta

Ashley Madison
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ashley Madison adalah sebuah situs yang dikhususkan bagi yang berniat menduakan pasangannya alias berselingkuh dengan slogan "Hidup itu singkat. Ayo selingkuh!.
Situs ini diluncurkan pada 2001 dan menurut Alexa.com, situs ini telah memiliki 1,800,000 pengunjung per bulan. Nama situs ini terinspirasi dari dua nama paling populer untuk bayi perempuan, yaitu "Ashley" dan "Madison".
Periklanan
Situs ini sengaja dibuat oleh pendirinya, Noel Biderman , yang ditujukan untuk orang-orang yang tidak bahagia dengan hubungan atau perkawinannya. Untuk menarik anggota baru, Biderman mempromosikan situs ini lewat iklan televisi dan radio.
Parahnya, iklan tentang situs ini yang beredar di radio, menyarankan agar melakukan perselingkuhan di jam kerja. Isi iklannya yaitu, "Ketika Anda memiliki waktu luang di sela-sela jam kerja, kunjungi situs Ashley Madison. Dijamin, Anda akan merasa bahagia."
Sejak awal diluncurkan, situs kencan ini langsung menuai kontroversi. Kritikan tajam dari segala penjuru ditujukan untuk situs dan pendirinya.
Pada 2009, NBC melarang iklan ini muncul di acara Super Bowl XLII. Biderman menyebutkan, larangan ini sangat konyol, apalagi menurutnya, NFL memperbolehkan iklan minuman beralkohol, yang dianggap sebagai pemicu kematian ribuan orang per tahun.
Sumber

Ashley Madison

From Wikipedia, the free encyclopedia
Ashley Madison
Ashley Madison, or The Ashley Madison Agency, is a Canadian online dating service and social networking service marketed to people who are married or in committed relationships.
It was founded in 2002 by Darren Morgenstern, with the slogan: "Life is short. Have an affair." The name comes from two popular female names, "Ashley" and "Madison".
The company received attention on July 15, 2015, after hackers stole all of its customer data—including emails, names, home addresses, sexual fantasies and credit card information—and threatened to post all the data online if Ashley Madison and fellow Avid Life Media site EstablishedMen.com were not permanently closed. By July 22, the first set of customer names were released by hackers, with all of the user data released on August 18, 2015. More data (including some of the CEO's emails) was released on August 20, 2015. The release included data from customers who had earlier paid a $19 fee to Ashley Madison to allegedly have their data deleted. The fee was also applied to people who had accounts set up against their will, as a workplace prank, or because of a mistyped email address.
On August 28, 2015, Noel Biderman agreed to step down as chief executive officer of Avid Life Media Inc. A statement released by the firm said his departure was "in the best interest of the company".


Siapa Hacker yang Mengumbar 37 Juta Identitas Anggota Situs Perselingkuhan 
Situs perselingkuhan pertama dan terbesar di dunia yakni Ashley Madison akhir-akhir di serang oleh para hacker yang tidak suka dengan situs perselingkuhan itu. Banyak rumah tangga orang di ancam akibat ulah hacker ini antara lain seperti di kabarkan beberapa situs berita seperti para gay di Arab Saudi yang terancam hukuman mati, dan kabarnya ribuan PNS yang bergabung di situs kontroversial ini. Kelompok hacker yang bernama Impact Team ini telah berhasil membobol data jutaan anggota website selingkuh ini. 

"Ingatlah kalau situs ini adalah tipuan dengan ribuan profil wanita palsu, 90% sampai 95% user adalah pria. Menemukan namamu disini? ALM telah mengecewankanmu. Tuntut mereka dan klaim kerugianmu. Kemudian move on dengan hidupmu" Begitu pesan yang di berikan oleh Impact Team sesaart setelah mebocorkan data. Sejauh ini, Impact Team belum di ketahui identitasnya, aparat sedang memburu mereka. 

"Kami adalah Impact Team. Kami telah mengambil alih semua sistemmu, semua database inromasi user, email dan sebagainya. Menutup Ashley Madison akan merugikanmu, tapi tidak emmenuhi tuntutan ini akan membuatmu lebih rugi lagi." begitu pesan yang di berikan oleh Impact Team bulan juli lalu. Sebenarnya Impact Team sudah melakukan serangan sejak bulan juli lalu menuntut ALM untuk segera menutup Ashley Madison, jika tidak data para anggota akan di bcoorkan. 


Nyatanya ALM juga tidak mau memenuhi tuntutan untuk menutup Ashley Madison, Impact Team menunjukkan ancaman nya beberapa akhir ini, dan Impact Team membocorkan beberapa data ke Internet dan membuat para anggota Ashley Madison kalang kabut. Salah anggota Ashley Madison bernama Reddit gay asal Arab Saudi ini sempat curhat di jejaring sosial, ia mengatakan "Aku ada di negara di mana homoseksual hukumannya mati. Aku harap kalian menyebar pesan ini. Mungkin hacker itu akan memperhatikannya dan tidak memasukkan namaku ke data yang dibocorkan." Ungkap Reddit.
Data yang di umbar para hacker itu berukuran 10 GB dan dilansyir memuat dara 37 juta anggota Ashley Madison. "Ini adalah aksi krimialitas. Sebuah aksi ilegal melawan anggota Ashley Madison. Kami terus mencari pihak yang bertanggung jawab dan menghukumnya," Ujar pihak Ashley Madison





Ashley Madison

JIM GEOVEDI PERETAS SATELIT ASAL INDONESIA
Di dunia maya nama Jim Geovedi sering disebut sebagai orang yang berbahaya. Jika dia mau, bisa saja setiap saat keluar masuk melongok membaca email atau sekedar mengintip rekening orang lain. Bahkan bisa saja dia mencuri data-data penting seperti lalu lintas transaksi bank, laporan keuangan perusahaan atau bahkan mengamati sistem pertahanan negara. “Kalau mau saya bisa mengontrol internet di seluruh Indonesia”, kata Jim dalam percakapan dengan situs Deutsche Welle Jerman.
Jim adalah seorang hacker asli Indonesia dengan reputasi global. Lahir pada 28 Juni 1979 dan tidak banyak yang istimewa dari kehidupan awalnya. Saat SMA, orang tuanya meninggal dunia. Setelah lulus SMA tahun 1999, dia menjadi seorang seniman grafis dan hidup di jalanan yang keras di Bandar Lampung. Namun hidupnya mulai berubah ketik ia bertemu dengan seorang kawan yang memperkenalkannya pada dunia komputer dan internet. Saat ini Jim tinggal di London dan mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi informasi bersama rekannya. Dia menangani para klien yang membutuhkan jasa pengamanan sistem satelit, perbankan dan telekomunikasi. Dua tahun terakhir, dia mengaku tertarik untuk mengembangkan artifical intelligence konmputer.
Jim Geovedi belajar komputer secara otodidak. Meski tidak kuliah, pemuda ini bida mendapat penghasilan puluhan juta rupiah setiap bulannya. Awalnya dia iseng mengotak-atik program. Namun ternyata hal ini membuatnya merasa terarik untuk mendalami lebih lanjut. Ia pun mulai serius belajar tentang perkomputeran. Jim mulai mendalami dunia sekuritas informasi sejak 1997. “Kebetulan gue masuk komunitas chatting yang tepat, sehingga bisa seperti sekarang. Tadinya gue kira cahtting itu Cuma buat cari gebetan. Tetapi ternyata dari dunia itu gue justru termotivasi mendalami dunia hacking,” ujarnya. Motivasi itu mendorong Jim melakukan riset sendiri selama dua tahun. Usaha kerasnya membuahkan hasil. Namanya kian berkibar di komunitas sekuritas underground. Ia kemudian ikut aktif mengembangkan sistem operasi komputer, FreeBSD dan OpenBSD, serta aplikasi yang berkaitan dengan sekuritas lainnya.
Ia selalu hilir mudik Berlin, Amsterdam, Paris, Torino, hingga Krakow untuk menjadi pembicara dalam pertemuan para hacker Internasional. Dengan kemampuannya dalam bidang hacking, dalam sebuah pertemuan hacker dunia, Jim memperagakan cara meretas satelit. Ia bisa mengubah arah atau menggeser posisi satelit. Berikut beberapa wawancara Deutsche Welle dengan Jim Geoverdi:
Kabarnya Anda bisa menghack satelit?
Ya, bisa. Satelit itu sistemnya cukup unik. Orang yang bisa mengontrol satelit harus tahu A sampai Z tentang satelit. Dan satu-satunya cara adalah anda harus masuk ke ruang operator atau berada dalam situasi kerja sang operator dengan meretasnya. Dari sana anda akan memahami semua hal seperti satelit ini diluncurkan kapan, bagaimana cara kontrol, sistem apa yang digunakan.
Setelah itu anda akan bisa memahami oh di sini toh kelemahan sistemnya. Itu semua soal insting. Semakin sering anda mempelajari kasus, jika berhadapan dengan kasus lain, anda akan bisa melihat adanya kesamaan pola, makan anda akan tahu.
Satelit mana saja yang pernah anda hack?
Itu satelit klien saya ha ha ha... Satelit Indonesia dan Satelit China.
Apa yang Anda lakukan dengan satelit itu?
Saat itu saya diminta menguji sistem keamanan kontrol sateit, dan saya melihat: oh ini ada kemungkinan untuk digeser atau dirotasi sedikit, lalu saya geser... dan itu membuat mereka panik karena agak sulit mengembalikan satelit itu ke orbit. Untung mereka punya bahan bakar ekstra. Mereka bilang: Oke, cukup jangan diteruskan! Satelit yang dari Chin bisa saya geser tapi kalau yang dari Indonesia saya ubah rotasinya.

Dengan kemampuan seperti ini, bagaimana Anda mengatasi godaan?

Kalau mau saya bisa mengontrol internet seluruh Indonesia. Saya bisa mengalihka traffic data, saya bisa mengamati traffic yang keluar ataupun masuk Indonesia. Saya bisa memodifikasi semua transaksi keuangan. Dengan kemampuan saya itu mungkin saja dilakukan. Tapi buat apa? Saya termasuk orang yang bersyukur atas apa yang saya punya. Saya nggak punya interest berlebihan soal materi.

JIM GEOVEDI PERETAS SATELIT ASAL INDONESIA

Hacker Bongkar Siklus Uang Isis

Kelompok Hacker grup Ghost Security Group atau GSG yang berhasil mengungkap beberapa akun keuangan ISIS dalam jaringan Bitcoin. Salah satunya memiliki nominal Rp 41,1 miliar.

“Islamic States menggunakan cryptocurrency sebagai bentuk pemasukan untuk mendanai berbagai operasi militer yang sedang dilakukan, dan kami telah mengatur untuk mengungkap beberapa akun Bitcoin yang digunakan oleh mereka,” ungkap GSG.

Mengutip dari Inverse, jumlah yang telah ditemukan dari akun ISIS ini ternyata baru sebagian kecil. Pasalnya, untuk melancarkan sebuah serangan seperti 9/11, ISIS membutuhkan dana setidaknya Rp 5,4 hingga Rp 6,8 triliun. Departemen Keuangan AS juga memperkirakan tiap tahunnya ISIS mendapat dana Rp 6,4 hingga Rp 7,1 triliun.
GSG menduga ISIS mendapatkan uang untuk mengisi 'dompet virtual' mereka pada akun Bitcoin dari berbagai aktivitas.

“ISIS terus meningkatkan jumlah uang mereka dengan berbagai 'cara lama', seperti dengan melakukan penculikkan, pemerasan dari penjualan minyak, dan dalam kasus tertentu berasal dari pengambilan organ,” ungkap GSG yang ditulis dalam Inverse. ISIS juga mendapatkan sumbangan dari perbagai pihak pro-ISIS serta pembayaran uang tebusan, serta keuntungan pencurian.

Bitcoin sendiri adalah sebuah jaringan pembayaran baru yang menyediakan platform transaksi secara virtual tanpa perantara bank.

Transaksi dengan Bitcoins dapat dilakukan lintas negara, tanpa adanya biaya tambahan karena sistem ini tidak terikat pada peraturan dalam suatu negara. Inilah yang kemudian membuat Bitcoin bisa menjadi 'dompet virtual' bagi pihak-pihak 'nakal' yang ingin melakukan transaksi gelap, seperti salah satunya ada kelompok teroris.

Dalam situs Bitcoin dijelaskan bahwa mengirim Bitcoin lintas batas itu sama mudahnya dengan mengirimkan ke seberang jalan. Tidak akan ada bank yang akan membuat pengguna menunggu selama 3 hari kerja, tidak ada biaya ekstra untuk melakukan tranfer secara internasional, dan tidak ada batasan khusus terkait jumlah maksimun dan minimun yang dapat dikirimkan.
Mengutip dari dw.com, "Ini adalah mekanisme sangat cerdik", ujar Andreas Bogk, anggota Chaos Computer Club, persatuan peretas Eropa yang terbesar.

Untuk ke depannya, GSG akan terus berusaha untuk mengungkap akun-akun yang berafiliasi untuk mendukung kegiatan terorisme. GSG mengaku semakin termotivasi untuk memerangi ISIS semenjak tragedi serangan di Paris pada 13/11 lalu.

GSG juga akan terus bekerja sama dengan berbagai partner, mulai dari pemerintah dan hingga kelompok anti terorisme 'Katiba Des Narvalos' asal Perancis, Peshmerga Cyber Terrorism Unit, serta Controlling Section untuk memerangi ISIS.

“GhostSec ingin memberikan pengaruh dalam perlawanan terhadap terorisme,” kata Michael K. Smith, salah satu pendiri Kronos Advisory, sebuah perusahaan penasehat keamanan nasional.





Hacker Bongkar Siklus Uang Isis

Situs Resmi Agensi Bighit Entertainment di Retas Hacker Indonesia



















"No system is safe" merupakan sebuah ungkapan yang di kutip dari film Who am I ternyata benar adanya. Rabu (22/2/2017) situs resmi milik Agensi Hiburan dari Korea Selatan yaitu Bighit Entertainment telah di retas. Informasi terbaru menyebutkan jika hacker situs Agensi Boygroup BTS tersebut berasal dari Indonesia.










































Gambar memperlihatkan halaman 'notice' situs BigHit Entertainment berubah tampilan. Halaman tersebut berubah jadi hitam dengan tulisan 'touched by unknown'. Dan di bagian atas halaman ada tulisan 'IDCA WAS HERE'.

IDCA diduga mengacu pada komunitas hacker bernama Indonesian Cyber Army. Dugaan tersebut semakin kuat jika melihat jajaran nama hacker yang muncul di halaman 'notice' situs Bighit Entertainment. Beberapa di antaranya adalah Indonesia Fighter Cyber, Indonesian Black Cyber dan Indonesian Security Down.


Dalam aksinya, hacker ini menghapus video klip 'Not Today' milik BTS di halaman 'notice' situs Bighit Entertainment dan menggantinya dengan video klip 'Knock Knock' milik TWICE yang mana bukan merupakan artis dari Bighit Entertainment melainkan JYP Entertainment. Dua video klip ini merupakan video klip terbaru yang di rilis dalam waktu yang bersamaan.



















Saat ini kedua grup yang tengah berada di puncak karirnya di Korea Selatan ini memang tengah dalam persaingan ketat. Merilis album pada waktu yang bersamaan, Twice dan BTS berlomba-lomba memecahkan rekor dan mendapat prestasi lebih tinggi dibanding yang lain. Kedua grup ini pun dikenal memiliki fans yang banyak, baik itu di Korea maupun Internasional.

Dampak negatif dari kejadian hacking ini yaitu menyulut amarah dari fans BTS yang menuduh bahwa tindakan hacking tersebut merupakan aksi dari fans Twice, yang menimbulkan peperangan di dunia maya. Konser BTS yang bertajuk THE WINGS TOUR : 2017 BTS LIVE TRILOGY EPISODE III yang rencananya akan di gelar di Jakarta pada tanggal 29 April 2017 terancam batal. Banyak fans yang kecewa dengan tindakan IDCA yang menjelaskan bahwa kasus ini hanya bentuk keisengan semata.

"Saya rasa itu bentuk keisengan semata, dan hal seperti itu sudah sering terjadi didunia Underground. Jadi anggap biasa sajalah". Jelasnya.

Lebih dari 24 jam setelah berita ini diturunkan situs Bighit Entertainment sudah dapat di akses kembali dengan tampilan yang berbeda. Situs dapat di lihat pada link www.ibighit.com


Situs Resmi Agensi Bighit Entertainment di Retas Hacker Indonesia


  1. Definisi Peraturan dan Regulasi
menurut kamus besar Bahasa Indonesia peraturan adalah ketentuan yang mengikat warga kelompok masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan kendalikan tingkah laku yang sesuai dan diterima. Setiap warga masyarakat harus menaati aturan yang berlaku, atau ukuran, kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur untuk menilai atau membandingkan sesuatu.
Sedangkan regulasi adalah mengendalikan perilaku manusia atau masyarakat dengan aturan atau pembatasan. Regulasi dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, misalnya: pembatasan hukum diumumkan oleh otoritas pemerintah, regulasi pengaturan diri oleh suatu industri seperti melalui asosiasi perdagangan, Regulasi sosial (misalnya norma), co-regulasi dan pasar. Seseorang dapat, mempertimbangkan regulasi dalam tindakan perilaku misalnya menjatuhkan sanksi (seperti denda). Tindakan hukum administrasi, atau menerapkan regulasi hukum, dapat dikontraskan dengan hukum undang-undang atau kasus.
Selain di dunia nyata, ternyata di dunia maya pun terdapat peraturan yang disebut dengan Cyberlaw, yang berasal dari dua kata yaitu cyber (dunia maya) dan law (hukum). Peraturan ini diberlakuan karena dunia maya tidak hanya berupa Informasi yang berguna tapi juga terdapat tindak kejahatan.
Hukum yang ada pada dunia maya berbeda sebutannya, di antaranya adalah CYBERLAW, COMPUTER CRIME ACT & COUNCILE OF EUROPE CONVENTION ON CYBERCRIME. Walaupun maksud dari ketiga hukum di atas sama, tapi terdapat perbedaan yang sangat besar.

Cyber Law

Testing Blog